Tuesday, 7 November 2017

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA (Manajemen Efektif)

Bisnis yang sukses adalah suatu bisnis yang dijalankan dengan manajemen yang efektif. Sistem manajemen yang efektif adalah sistem yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen. Manajemen yang efektif adalah manajemen yang didukung oleh seluruh lapisan karyawan dengan integritas untuk merealisasikan rencana dan target perusahaan. Manajemen yang berkualitas selalu membuka diri untuk diawasi dan dievaluasi oleh setiap stakeholdersnya. Termasuk bagaimana menjalankan operasional kerja dengan prinsip-prinsip good governance yang diperkuat dengan panduan etika bisnis, code of conduct dan sikap profesionalisme di semua aspek kerja. Manajemen yang terbuka selalu menjalankan model manajeman yang proaktif terhadap semua persoalan dalam organisasinya. Fokus kerja ditujukan untuk melakukan koordinasi terhadap semua potensi unggul perusahaan untuk menjadikan semua sumber daya perusahaan bisa berkontribusi buat nilai tambah bisnis perusahaan. Sikap manajemen yang jujur pada diri sendiri dan jujur pada semua aspek kerja yang ada, merupakan sikap bijak yang akan membawa manajemen bersinar terang dengan kinerja terbaik. Karyawan merupakan inti kekuatan manajemen dalam menghadapi kompetesi bisnis yang ketat. Manajemen harus dengan tekun dan disiplin tinggi melatih setiap karyawan untuk bisa berkontribusi untuk menjalankan semua rencana dan target perusahaan dengan baik. Tanpa dukungan kompetensi dan kualitas terbaik karyawan, manajemen akan sulit mewujudkan prestasi dan kinerja yang optimal. Tanpa perhatian yang sepenuh hati dari manajemen kepada karyawan, karyawan akan kehilangan arah dan gairah. Hubungan yang harmonis dan saling mendukung di antara manajemen dengan karyawan adalah wajib untuk dilakukan agar prestasi dapat terwujud.


Sumber :
Yomungga, Moses dkk. 2015. Pengantar Bisnis. Perdana Publishing. Medan

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA (Elemen Bisnis)


Elemen bisnis yang utama dan merupakan sumber daya yang kompetitif bagi sebuah bisnis terdiri dari empat elemen utama yaitu :

1. Modal
Modal adalah barang-barang peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi. Modal dapat digolonglakan berdasarkan sumber, bentuk, kepemilikan dan sifatnya.
Berdasarkan sumbernya modal dibagi menjadi dua yaitu modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri. Misalnya setoran dari pemilik perusahaan. Modal asing adalah modal yang bersumber dari luar perusahaan, misalnya modal yang berupa pinjaman bank.
Berdasarkan bentuknya, modal terdiri dari modal konkret dan modal abstrak. Modal konkret adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi, contohnya mesin, gedung, mobil dan peralatan.
Berdasarkan kepemilikan, modal dibagi menjadi modal individu dan modal masyarakat. Modal individu adalah modal yang sumbernya perorangan dan hasilnya menjadi pendapatan bagi pemiliknya. Seperti rumah pribadi yang disewakan atau bunga tabungan di bank. Modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi. Contohnya rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan.
Berdasarkan sifatnya modal terbagi menjadi modal tetap dan modal lancar. Modal tetap adalah jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang, seperti mesin-mesin dan bangunan pabrik. Modal lancar adalah modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi, seperti bahan-bahan baku.

2. Bahan Material
Bahan material terdiri dari sumber daya alam termasuk tanah, kayu, mineral, dan minyak. Sumber daya alam tersebut juga sebagai faktor produksi yang dibutuhkan dalam melaksanakan aktivitas bisnis untuk diolah dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

3. Sumber Daya Manusia
Secara garis besar, pengertian Sumber Daya Manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
Sebagai manusia yang memiliki keinginan, harga diri, pikiran, hak asasi, ingin dihormati dan lain-lain tentu haru diperlakukan secara hati-hati dan penuh kearifan. Sumber daya manusia adalah ujung tombak pelayanan, sangat diandalkan untuk memenuhi standar mutu yang diinginkan. Untuk mencapai standar mutu tersebut, maka harus diciptakan situasi yang mendukung. Sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan untuk kemajuan sebuah bisnis.

4. Keterampilan Manajemen
Keterampilan adalah suatu kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam praktis sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Keterampilan yang paling penting adalah keterampilan yang memungkinkan manajer bisa membantu orang lain sehingga menjadi lebih produktif. Robert L. Katz menggolongkan keterampilan dasar manajer menjadi tiga golongan, yaitu :
- Keterampilan Teknis (Technical Skill), yaitu kemampuan atau keahlian untuk melakukan tugas tertentu. Keterampilan ini sangat dibutuhkan bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah.
- Keterampilan Kemanusiaan (Human Skill), yaitu kemampuan seorang manajer untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Seorang manajer harus mampu bekerja dengan memahami dan memotivasi baik sebagai individu ataupun kelompok. Manajer tingkat atas maupun tingkat bawah sangat membutuhkan keterampilan ini karena dengan komunikasi dan interaksi yang baik akan membawa dampak baik juga bagi manajer dan organisasi tersebut.
- Keterapilan Konseptual (Conceptual Skill), yaitu kemampuan untuk melihat situasi secara luas (Comprehensive) serta mampu memcahkan persoalan yang akan memberikan manfaat bagi mereka yang perlu diperhatikan serta kemampuan mental untuk mengkoodisikan dan
mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi. Dengan kata lain keterampilan konseptual adalah keterampilan yang mencakup kemampuan manajer untuk melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan dan memahami hubungan antara bagian yang saling bergantung, serta mendapatkan,menganalisa dan menginterpretasikan informasi yang diterima dari bermacam – macam sumber. Keterampilan konseptual mutlak diperlukan oleh manajer tingkat atas.

Ketiga keterampilan adalah penting namun tingkat kepentingan masing-masing cenderung berbeda sesuai tingkat tanggung jawab manajerial dan tipe organisasi, tingkat manajerial dan fungsi yang sedang dilaksakan.
Bisnis dapat dilihat sebagai keseluruhan sistem yang terdiri dari subsistem yang lebih kecil seperti produksi, pemasaran, SDM keuangan dan sebagainya.


Sumber :
Greer, Charles R. Strategy and Human
Resources: a General Managerial Perspective. New Jersey: Prentice Hall, 1995.
Yomungga, Moses dkk. 2015. Pengantar Bisnis. Perdana Publishing. Medan
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia
studimanajemen.blogspot.co.id/2012/11/keterampilan-manajer.html?m=1
hpikotajayapura.blogspot.co.id/2011/02/ketrampilan-yang-harus-dimiliki-oleh.html?m=1

Monday, 6 November 2017

Posting Blog Lewat HP (Work !!)

Langsung klik aja....
https://www.blogger.com/blog-this.g

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA (Jenis-Jenis Pasar Bisnis)

Jenis bisnis sebuah perusahaan mempengaruhi sifat, karakter dan
strategi bisnis perusahaan tersebut. Berikut merupakan beberapa jenis
binis yang umum berlaku dalam dunia usaha, yaitu :
1. Monopsoni
Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan
pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang/jasa dalam suatu
pasar komoditas. Kondisi monopsoni sering terjadi di daerah -daerah
perkebunan, pertanian atau peternakan, sehingga posisi tawar menawar
dalam harga bagi petani adalah mustahil. Para petani kesulitan menjual
hasil kebun mereka disebabkan berbagai alasan misalnya karena tempat
yang terpencil, hasil kebun mereka tidak dapat bertahan lama atau
kekurangan biaya operasional untuk mengolah hasil kebun mereka.

2. Monopoli
Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual
tunggal yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah
penjual atau sering disebut sebagai "monopolisl". Seorang monopolis
(price-maker) dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara
menentukan jumlah barang yang akan diproduksi, semakin sedikit barang
yang diproduksi maka semakin tinggi harga barang tersebut dan begitu
pula sebaliknya. Meskipun begitu, penjual tetap memiliki keterbatasan
dalam menetapkan harga. Apabila penetapan harga terlalu tinggi malah
akan membuat orang mmenunda pembelian atau berusaha mencari/membuat
barang pengganti (subtitusi) produk tersebut dan mungkin juga mereka
akan mencarinya di pasar gelap (black market).

3. Oligopoli
Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai
oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua
tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai
bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang
mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga
semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga
dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari
pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya menahan
perusahaan-perusahaan pontensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga
perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha
untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan
menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetensi harga
diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak
ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri
yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti industri semen,
industri mobil dan industri kertas.

4. Oligopsoni
Oligopsoni adalah keadaan di mana dua atau lebih pelaku usaha
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barang/jasa dalam suatu pasar komoditas. Ada beberapa ciri-ciri khusus
yang dimemiliki oleh pasar oligopsoni, diantaranya ; 1) Terdapat
beberapa pembeli, 2) Pembeli bukan konsumen tetapi pedagang 3) Barang
yang dijual merupakan bahan mentah 4) Harga cenderung stabil. Berikut
beberapa contoh pasar oligopsoni, yaitu Telkom, Indosat, Mobile,
Exelcomindo, Pabrik rokok dsb.

Di dalam literatur yang lain keempat jenis pasar bisnis diatas
merupakan jenis pasar persaingan tidak sempurna. Setiap perusahaan
akan berjuang untuk mencapai/mempertahankan kondisi bisnis yang
diinginkan.

Sumber :
Yomungga, Moses dkk. 2015. Pengantar Bisnis. Perdana Publishing. Medan
https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/pasar-persaingan-tidak-sempurna
https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/pasar-monopsoni
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Monopsoni
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna

Gambar :
https://m.youtube.com/watch?v=fAkth82235A

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA (Jenis-Jenis Pasar Bisnis)

Jenis bisnis sebuah perusahaan mempengaruhi sifat, karakter dan
strategi bisnis perusahaan tersebut. Berikut merupakan beberapa jenis
binis yang umum berlaku dalam dunia usaha, yaitu :
1. Monopsoni
Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan
pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang/jasa dalam suatu
pasar komoditas. Kondisi monopsoni sering terjadi di daerah -daerah
perkebunan, pertanian atau peternakan, sehingga posisi tawar menawar
dalam harga bagi petani adalah mustahil. Para petani kesulitan menjual
hasil kebun mereka disebabkan berbagai alasan misalnya karena tempat
yang terpencil, hasil kebun mereka tidak dapat bertahan lama atau
kekurangan biaya operasional untuk mengolah hasil kebun mereka.

2. Monopoli
Monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual
tunggal yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah
penjual atau sering disebut sebagai "monopolisl". Seorang monopolis
(price-maker) dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara
menentukan jumlah barang yang akan diproduksi, semakin sedikit barang
yang diproduksi maka semakin tinggi harga barang tersebut dan begitu
pula sebaliknya. Meskipun begitu, penjual tetap memiliki keterbatasan
dalam menetapkan harga. Apabila penetapan harga terlalu tinggi malah
akan membuat orang mmenunda pembelian atau berusaha mencari/membuat
barang pengganti (subtitusi) produk tersebut dan mungkin juga mereka
akan mencarinya di pasar gelap (black market).

3. Oligopoli
Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai
oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua
tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai
bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang
mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga
semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga
dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari
pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya menahan
perusahaan-perusahaan pontensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga
perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha
untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan
menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetensi harga
diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak
ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri
yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti industri semen,
industri mobil dan industri kertas.

4. Oligopsoni
Oligopsoni adalah keadaan di mana dua atau lebih pelaku usaha
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barang/jasa dalam suatu pasar komoditas. Ada beberapa ciri-ciri khusus
yang dimemiliki oleh pasar oligopsoni, diantaranya ; 1) Terdapat
beberapa pembeli, 2) Pembeli bukan konsumen tetapi pedagang 3) Barang
yang dijual merupakan bahan mentah 4) Harga cenderung stabil. Berikut
beberapa contoh pasar oligopsoni, yaitu Telkom, Indosat, Mobile,
Exelcomindo, Pabrik rokok dsb.

Di dalam literatur yang lain keempat jenis pasar bisnis diatas
merupakan jenis pasar persaingan tidak sempurna. Setiap perusahaan
akan berjuang untuk mencapai/mempertahankan kondisi bisnis yang
diinginkan.

Sumber :
Yomungga, Moses dkk. 2015. Pengantar Bisnis. Perdana Publishing. Medan
https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/pasar-persaingan-tidak-sempurna
https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/pasar-monopsoni
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Monopsoni
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna

Gambar :
https://m.youtube.com/watch?v=fAkth82235A

Saturday, 4 November 2017

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA (Enam Era Dalam Sejarah Bisnis)

1. Periode Kolonial
Sebelum era kemerdekaan, masyarakat kolonial menekankan pada produksi
pertanian dan pedesaan. Kota-kota kolonial berukuran lebih kecil jika
dibandingkan dengan kota-kota di Eropa, dan mereka berfungsi sebagai
pasar petani, banker dan pengacara. Fokus pertanian negara berpusat
pada daerah pedesaan karena kemakmuran bergantung pada output yang
dihasilkan oleh pertanian dan pekebunan. Kesuksesan atau kegagalan
panen akan mempengaruhi seluruh aspek perekonomian.
2. Revolusi Industri
Revolisusi industri dimulai di Inggris sekitar tahun 1750, yang
menggerakkan operasi bisnis dari yang sebelumnya ditekankan pada
pekerja-pekerja ahli yang independen dan memiliki keahlian dalam
menghasilkan produk satu per satu, ke sebuah sistem pabrik yang
melakukan produksi secara massal dengan menggabungkan banyak
pekerja-pekerja semi ahli. Pabrik-pabrik mendapat keuntungan dari
penghematan yang dihasilkan oleh produksi skala besar, dengan di
dorong oleh semakin meningkatnya dukungan mesin. Seiring dengan
tumbuhnya bisnis, mereka sering kali membeli bahan baku mentah secara
lebih murah dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.
Spesialisasi tenaga kerja, yang membatasi masing-masing pekerja pada
beberapa tugas tertentu di dalam proses produksi, juga membantu
memperbaiki efisiensi produksi.
3. Pengusaha Industrial
Semangat kewirausahaan dari era keemasan bisnis ini telah menyumbang
banyak energi bagi kemajuan sistem bisnis di Indonesia, dan secara
keseluruhan meningkatkan standar hidup warga negaranya. Selanjutnya,
transformasi pasar ini telah menciptakan permintaan baru terhadap
produk-produk manufaktur.
4. Era Produksi
Pada era ini, bisnis lebih memfokuskan perhatian mereka kepada proses
internal daripada pengaruh eksternal. Pemasaran hampir seperti
pemikiran kedua, yang dirancang sepenuhnya untuk mendistribusikan
barang-barang yang dihasilkan oleh aktifivas produksi. Keinginan atau
kebutuhan konsumen tidak mendapat terlalu banyak perhatian. Bahkan,
kalangan bisnislah yang cenderung untuk memutuskan apa yang akan
diterima oleh pasar.
5. Era Pemasaran
Era pemasaran telah memberikan pengaruh yang sangat besar pada cara
oprasional bisnis sekarang ini. Bahkan pemilik bisns yang paling kecil
sekalipun menyadari arti penting dalam memahami hal-hal yang
diinginkan oleh konsumen dan alasan mereka melakukan pembelian.
6. Era Relasi
Era relasi merupakan era koneksi. Koneksi antara bisnis dan konsumen,
perusahaan dan karyawan, teknologi dan manufaktur, perekonomian dunia
semakin terinterkoneksi, seiring dengan berekspansinya perusahaan ke
luar wilayah nasional mereka. Dalam perekonomian global yang baru ini,
teknik-teknik dalam mengelola jaringan yang meliputi orang, informasi
dan teknologi, memegang arti yang sangat penting bagi kesuksesan suatu
bisnis.

Sumber :
Yomungga, Moses dkk. 2015. Pengantar Bisnis. Perdana Publishing. Medan

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA (Pengertian Bisnis)

BISNIS DAN LINGKUNGANNYA

Pengertian Bisnis
Bisnis memiliki hubungan erat dengan ekonomi. Saking eratnya hubungan
mereka itu sudah seperti saudara. Di sebuah universitas ekonomi dan
bisnis bersatupadu membentuk sebuah fakultas yang bernama Fakultas
Ekonomi dan Bisnis. Namun demikian antara bisnis dan ekonomi adalah
dua hal yang berbeda seperti perbedaan antara bawang merah dan bawang
putih. Ibarat sepasang sandal jepit, satu untuk kaki kanan dan satu
untuk kaki kiri. Meskipun begitu ekonomi dan bisnis tidak layak
diibaratkan sepasang sandal jepit. Sandal jepit biasanya kalo tidak
putus pasti dicuri orang atau menghilang entah kemana melalang buana.
Ekonomi dan bisnis akan selalu bersama berbahagia hingga akhir hayat
:) :* ({})
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, "bisnis" diartikan sebagai usaha
dagang. Usaha komersial di dunia perdagangan dan bidang usaha jasa.
Bisnis berasal dari bahasa Inggris "business" (bisnis) atau busy
(sibuk). Bisnis dalam arti luas menggambarkan semua aktifitas dan
institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam sehari-hari dengan
tujuan mendapatkan keuntungan. Bisnis merupakan sebuah sistem
operasional yang sangat terkait dengan lingkungan di sekitarnya.
Bisnis harus mampu bersikap fleksibel dan beradaptasi dengan perubahan
yang ada.
Aspek bisnis dapat dibagi dalam 4 aspek. Sebagai berikut :
1. Kegiatan individu (perorangan) dan kelompok (perusahaan)
2. Penciptaan nilai, bisnis didirikan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat melalui penciptaan 4 (empat) jenis kegunaan yaitu kegunaan
bentuk (form utility), kegunaan tempat (place utility), kegunaan waktu
(time utility) dan kegunaan kepemilikan (possession utility).
3. Penciptaan barang dan jasa
4. Keuntungan

Tujuan Bisnis
Pada umumnya tujuan utama bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan
(profit) berupa uang, kekayaan, aset dan sebagainya. Namun tujuan
utama bisnis sebuah organisasi/perusahaan atau lembaga berbeda satu
sama lain tergantung dari jenis dan dimana mereka bergerak. Misalnya
pada organisasi yang bergerak untuk kepentingan publik. Contoh,
lembaga pendidikan (seperti universitas) bertujuan mengembangkan dan
mentransfer ilmu pengetahuan, lembaga pemerintah bertujuan untuk
menetapkan dan menjalankan kebijakan publik. Disamping itu para pelaku
bisnis juga memiliki tujuan lain. Diantaranya :
1. Ingin mencukupi berbagai kebutuhan
2. Untuk memakmurkan keluarga
3. Ingin namanya dikenal banyak orang
4. Karena ingi jadi penerus usaha keluarga
5. Ingin mencoba hal baru
6. Ingi memanfaatkan waktu luang
7. Ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain
8. Ingin mendapat simpati, dsb.

Sumber :

Yomungga, Moses dkk. 2015. Pengantar Bisnis. Perdana Publishing. Medan
dephumsflow.blogspot.co.id/2011/09/organisasi-profit-dan-organisasi-non.html?m=1